Agustus 03, 2012

Whiteboard YPK (1)

Melewati hari demi hari dengan kata-kata bosan. Bosan tidur. Bosan nonton tv. Bosan makan. Rasanya hari-hari berlalu sama aja. Flat. Gak ada yang beda dan colorfull kayak biasanya. Hari-hari dihabiskan di tempat tidur bersama si bb pink. Belum lagi kalo si pink gak ada pulsa. Everyday likes a whiteboard. Putih dan rata, walau kadang ada yang memberi tinta hitam, akhirnya juga dihapus dan kembali ke semula lalu diberi tinta hitam lagi, begitu seterusnya. Atau juga blackboard, yang tercoret kapur. Sama saja alurnya.

Ngomong-ngomong soal white and black board , white and black board dikelas lah yang biasanya jadi saksi bisu muka dua kelas. Yang keliatannya adem ayem tapi kalo ga ada guru membabi buta. Atau yang memang benar-benar seadanya, memang dari sana nya ribut jadi kalo ada guru tetep ribut.

Rasanya kangen sama YPK. Kalau bisa kembali, aku bakal kembali dan whiteboard atau blackboard itu menjadi saksi lagi.

Blackboard pertama, kelas 1 SD :
Dia menjadi saksi betapa bahagianya menjadi murid baru sekolah dasar. Menjadi saksi bahwa aku seorang yang pendiam. Dipikiranku cuma barbie atau masak-masakan. Gak peduli penampilan. Blackboard yang menjadi saksi bisu dari : Dewi, Ira, Mada, Ghais, Risma, Iqbal, Bisenta, Mahmud, Aldo, Robby, dll (1B)

Blackboard kedua, kelas 2 SD :
Dia menjadi saksi betapa sakitnya di bully, tapi tetap bangkit. betapa kerasnya guru kepada muridnya, dan akhirnya para murid ini benar-benar mendapatkan nilai yang sempurna. blackboard ini pula yang menjadi saksi anak kecil yang mulai ngerti cinta-cintaan. Blackboard saksi bisu dari : Dewi, Dona, Yeni, Novi, Devi C, Akbar, Vigi, Wisnu, Rama VJ, Nindi, dll (2D)

Whiteboard pertama, kelas 3 SD :
Kini berubah menjadi whiteboard. Blackboard itu telah menutup setiap kenangan yang terlintas disetiap angkatan. Whiteboard baru ini malang sekali, dia menjadi saksi kelas yang benar-benar gila. kelas yang membuat aku berubah jadi seperti ini, ribut dan gak tau malu. Kelas dengan walikelas yang keras dan disiplin. Bahkan kadang whiteboard ini yang jadi kena batu pukulan karena ributnya kelas. Whiteboard yang menjadi saksi bisu tingkah laku kita : Arilia, Suci, Ghais, Harini, Nael, David, Bompeng, Taufiq, Mada, fauzia, dll (3C)

Whiteboard kedua, kelas 4 SD :
Whiteboard ini menjadi saksi kelas gila. Bener-bener gila. Tapi kita ini gila kalo ga ada guru doang. Kalo ada ya enggak. Bahkan, katanya sih kelas ini dinobatkan jadi kelas pinter. Bagaimana bisa? Whiteboard ini mungkin yang jadi saksi kaca yang pecah gara-gara main pesawat-pesawatan dan beli tiket dikelas. Atau main gajah semutan. Whiteboard yang menjadi saksi gila : Alya, Ira, Dewi, Arimbi, Depok, Ghais, Mbak Nurul, Siti, Arilia, Dona, Arsya, Inas, Wilda, Dimas, Andrian, Aldo, Dwiki, Jati, Adit, dll (4B)

Dan masih ada 4 whiteboard lagi yg menjadi saksi. Di posting berikutnya. Mau renovasi blog dulu. Capek, dan laper. Bye, happy fasting all<3