Januari 10, 2013

Ingatlah aku


Aku bukan orang yang manja, tak ada niat buat manja, dan memang tak biasa bermanja-manjaan. Aku tau dengan sejauh ini, untuk bertemu itu sukar. Aku juga tak berharap berlebihan untuk bertemu kok. Yang aku harapkan dari kamu itu waktu luangmu buat aku. Kamu bisa pergi dengan mereka, kamu bisa lakuin hobimu, tapi kenapa tak bisa untuk ngerti gimana rasanya ditinggal setiap saat? Tak ada larangan kok, aku cuma mau kamu bisa membagi-bagi antara sana, dan yang di sini. Apa kamu udah lupain? Apa kamu mau disebut cuma datang waktu kamu bener-bener membutuhkan aku? Kamu selalu datang disaat kamu sudah lelah bersenang-senang. Anggap saja saat itu kamu sakit, kamu pasti datang kepadaku dan selalu aku beri kamu semangat buat bangkit lagi kan? Tapi setelah kamu bangkit, kamu tinggalkan aku seakan aku ini rumah sakitmu. Apa kemudian kamu mengingat aku? Sayang bukan sekedar sayang, awet bukan sekedar awet, tolong liat aku! Liat aku di sini, aku sebagai kekasih jarak jauhmu, bukan aku sebagai rumah sakitmu. Aku juga bukan televisimu, yang kamu gunakan untuk hiburan sepulang bersenang-senang lalu kamu tinggal tidur karena kelelahan bersenang-senang disana dan akhirnya televisi itu yang menonton dirimu. Aku cuma mau, kamu inget aku, sebagai kekasih jarak jauhmu..