Maret 20, 2013

-

20 Maret 2013, satu hari setelah tanggal 19 Maret yang dua tahun berturut-turut terasa perih. Tahun ini tidak terjadi di tanggal 19 Maret. Tetapi, tepat di hari ini tanggal 20 Maret 2013 pukul 9 malam, hujan menjadi saksi bisu runtuhnya dinding yang kita bangun bersama itu. Dingin yang menusuk ke tulang menjadi pelukan terhangat. 

"Never Imagined We'd End Like This"
Taylor Swift-Last Kiss

Iya, nggak ada yang nyangka ini semua berakhir. Baik aku, ataupun kamu. Bahkan orang-orang sekitar yang mendengar cerita ini. Kenapa sih aku sebodoh ini? Kenapa aku harus jatuh di lubang yang sama? Aku nggak pernah nyangka perdebatan singkat menjadi sesuatu yang bikin aku bener-bener terpukul malam ini. Pelajaran Fisika 4 jam itu seakan kalah. Kenapa semuanya harus terjadi saat aku bener-bener butuh semangat? Dan semangat itu datangnya dari kamu. 

Well, maaf kalau aku overprotective dan buat kamu selalu salah. Cuma itu yang bisa aku lakuin buat ngejaga kamu dengan jarak yang segini panjangnya. Sudahlah, nasi udah menjadi bubur. Segalanya udah terlanjur terjadi. Maaf atas semuanya, dan terimakasih sudah hadir dengan cepat, menjalani selama 17bulan lamanya, dan berakhir begitu tragis. 

Btw, selamat berbahagia buat Sahabat selama 12 Tahun, Devina Putri Prihatini. Grow well, kita sama-sama berjuang biar nggak ada kata berawalan g berakhiran u itu ya. UN di depan mata, SMA semakin deket, dan itu tandanya kebahagiaan masa muda semakin terbuka. Selamat Ulang Tahun!

Dan buat kamu, aku cuma mau minta maaf.

Selamat Malam.


Salam dari 20 Maret 2013